WELCOME TO THE ENGLISH LEARNING CAMP - THE SITE THAT MAKES YOU WRITE. PLEASE DON'T FORGET TO LEAVE YOUR COMMENTS..... English Learning by Writing: english grammar
Showing posts with label english grammar. Show all posts
Showing posts with label english grammar. Show all posts

2009/10/12

Correct English (3): antara Frasa dan Klausa

Untuk memahami struktur kalimat yang sederhana memang mudah, akan tetapi tidak demikian halnya bila kita harus menghadapi kalimat yang kompleks. Dalam kalimat tunggal hanya tedapat satu susunan subyek + predikat, sedangkan dalam kalimat majemuk (compound sentence) terdapat dua atau lebih susunan subyek + predikat. Untuk mempermudah pemahaman kita mengenai struktur kalimat, kita perlu mempalajari lebih jdahulu tentang frasa, klausa, dan kalimat itu sendiri.

Frasa

Frasa (phrase) adalah kelompok kata yang memiliki fungsi sama seperti nomina/pronomina, adjektiva, atau pun adverbia, akan tetapi tidak merupakan susunan subyek + predikat (subject + verb) , sehingga kelompok kata ini tidak dapat berdiri sendiri baik sebagai sebuah frasa maupun sebagai sebuah kalimat.

My former friend called me this morning.
My daughter is listening to her favorite music program.

my former friend / her favorite music program merupakan frasa sebab hanya berupa kumpulan kata, tetapi tidak mempunyai susunan subyek + predikat (subject + verb).

Bandingkan dengan contoh berikut:

because he is sick – kumpulan kata ini merupakan klausa sebab mempunyai unsur subject + verb ( he = subject, is = verb). Namun demikian meskipun kelompok kata ini mempunyai unsur subject + verb hanya disebut sebagai klausa, karena tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat dan harus ada klausa yang diikutinya. Supaya mempunyai pengertian penuh klausa ini bisa kita lengkapi, misalnya kita menambahkan di depannya klausa lain sebagai berikut:

He is absent because he is sick (klausa berubah menjadi kalimat majemuk / compound).

He is sick – kelompok kata ini sudah merupakan sebuah kalimat sebab memiliki unsur subject + verb. Dengan menghilangkan kata ‘because’ justru yang semula sebuah klausa berubah menjadi kalimat karena dapat berdiri sendiri dan mempunyai pengertian penuh. Bedanya dengan kalimat di atasnya adalah bahwa kalimat ini merupakan kalimat tunggal (simple sentence) sebab unsur subject + verb-nya hanya satu.

Berdasarkan fungsinya yang dapat sebagai nomina, adjektiva, atau pun adverbia, maka frasa ini dapat digolongkan sebagai frasa nomina/benda (noun phrase), frasa sifat (adjectival phrase), dan frasa keterangan (adverbial phrase).

Frasa nomina/benda (noun phrase)

My ugly dog is always barking (noun phrase sebagai subject).

The official announced the probable delay of arrival (noun phrase sebagai object).
She is a friend of joy and sorrow (noun phrase sebagai complement).

Dua frasa nomina/benda (atau nomina dan frasa nomina) dapat beraposisi/berdampingan. Frasa yang kedua biasanya diapit oleh tanda koma ( ,__, ) atau tanda koma dan titik ( ,___.).

The local newspaper, now a national publication, always accompanies him to start the day (dua noun phrase beraposisi sebagai subject).

He always reads ‘Kedaulatan Rakyat’, the biggest paper in Yogyakarta (dua noun phrase beraposisi sebagai object).

The man with the greatest power is the chief of the city, the mayor of the city development (dua noun phrase sebagai pelengkap/complement).

Frasa adjektiva/sifat (adjectival phrase)

The Miss. Indonesia, beautiful as ever, walked to the stage (adjectival phrase menerangkan nomina).

She was pale with fear (adjectival phrase sebagai complement).

Frasa adverbia/keterangan (adverbial phrase)

Pay me before the end of this year (frasa adverbia waktu).

All cars are parked in front of the building (adverbia tempat).

They moved the fruit with a basket on their head (adverbia cara).

Klausa ( Clause)

Seperti halnya frasa, klausa (clause) juga dapat berfungsi untuk menggantikan nomina, adjektiva, maupun adverbia. Perbedaannya dengan frasa adalah bahwa klausa selalu memiliki susunan subyek + predikat. Sekali pun memenuhi unsur memiliki susunan subyek + predikat, klausa tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat yang mandiri.

She will leave the room later (adverbia).

She will leave the room after she finishes the exams (klausa adverbia /waktu)

Dalam kalimat majemuk (compound sentence) di atas, kita dapati 2 (dua) susunan subyek + predikat, yaitu:

She will leave the room, dan
after she finishes the exams.

Klausa yang pertama dapat berdiri sendiri dan mempunyai pengertian penuh sehingga disebut klausa utama (dependent clause), sedangkan klausa kedua mempunyai ketergantungan pada klausa utama dan tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat utuh, maka dinamai klausa terikat/anak kalimat (subordinate clause).

1). Anak kalimat berfungsi nomina (subordinate noun-clause)

What he decided
surprised all of us (subordinate noun clause sebagai subyek)

We know that he has been cheating us so far (subordinate noun clause sebagai obyek).

The truth is that he does not know much about the matter (subordinate noun clause sebagai complement)

2). Anak kalimat berfungsi sebagai adjektiva (subordinate adjectival clause)

The victims, who were injured in the crash, have been evacuated (subordinate adjectival clause menerangkan subject).

This course suits anyone who has limited time (subordinate adjectival clause menerangkan object).

3). Anak kalimat berfungsi sebagai adverbia/keterangan

He wounded when a punch hit his head (sub. adverbial clause of time = anak kalimat keterangan waktu).

He put it back where he took it (sub. adverbial clause of place = anak kalimat keterangan tempat)

She learned as her teacher has taught her before (sub. adverbial clause of manner = anak kalimat keterangan cara).

Demikian sedikit pembahasan kita mengenai frasa (phrase) dan klausa (clause) yang berguna sebagai dasar pemahaman sebelum kita membahas mengenai kalimat (sentences) dalam bahasan kita mendatang.

Selamat belajar.












More details...

2009/10/08

Correct English (2): Verba, Adverbia, Preposisi, Konjungsi

Verba / Kata Kerja

Mari kita teruskan Correct English kita. Kali ini kita akan mencoba memahami kata kerja atau verba (verb).

Kata kerja atau verba adalah kata yang menunjukkan suatu tindakan atau keadaan, misalnya: climb, sing, draw, talked, wrote

Verba dapat terdiri dari satu maupun lebih dari satu kata.
She writes a letter. (satu kata)
She should have written a letter of her illness. (lebih dari satu kata).

Verb mengalami beberapa perubahan bentuk sehubungan dengan waktu kapan peristiwa itu terjadi. Bentuk perubahan kata kerja ini disebut tenses.

Misalnya:
Present tense: I refuse that proposal.
Past tense: I refused that proposal.
Future tense: I shall refuse that proposal.
(Tenses selengkapnya, silakan baca postingan ‘ English For Young Learners’)

Dalam kaitannnya untuk membuat kalimat, verba / kata kerja memerlukan adanya subject. Subject (subyek) adalah sebuah kata atau selompok kata yang melakukan tindakan verba:

Robert reads a novel.
To spend too much money is foolish.

Untuk kalimat transitif, obyek diperlukan untuk kelengkapan kalimatnya.
Object (obyek) adalah kata atau kelompok kata yang dikenakan tindakan verba:

My father reminded him.
I have lost my beautiful pen.

Namun demikian tidak semua verba harus mempunyai object. Dalam kalimat intransitif verba tidak memerlukan object / obyek.

He was dreaming.
They are struggling to survive.

Contoh lain kalimat transitif yang verba-nya memerlukan sebuah object.

My younger daughter is writing a letter. (a letter = object).
He has to shoot the target. (the target = object).

Promina bisa memiliki bentuk yang berbeda, tergantung apakah ia berkedudukan sebagai subject atau object.

I called him loudly but he did not hear me.

Saya / orang pertama tunggal, sebagai subyek menggunakan ‘I ‘, sedangkan sebagai obyek menggunakan ‘me’. Demikian juga ia (laki-laki) sebagai orang ketiga menggunakan ‘he’ sebagai subyek, dan ‘him’ sebagai obyek.

Verba to be (am, is, are) dan bentuk lampaunya (was, were), tidak dapat memiliki object tetapi memerlukan pelengkap atau complement. Verba yang memerlukan pelengkap ini kadang-kadang disebut linking verb, kopula, atau verba penghubung karena fungsinya menghubungkan subyek dengan pelengkap (complement).

He is one of my friends (is = linking verb, one of my friends = complement).
Her farther is a dentist. (is = linking verb, a dentist = complement).

Verba tertentu (finite verb), adalah verba yang subyeknya sudah tertentu. Meskipun subject tidak disebutkan secara eksplisit, tetapi dapat dipahami subject kalimat itu sudah tentu.

Do not smoke at the gas station!

Meskipun tidak disebutkan tetapi subject-nya dapat diartikan sebagai kamu, kalian, atau siapa pun (sudah tentu).

Verba tidak tentu (non-finite verb) adalah verba yang tidak memiliki subject, tetapi verba itu malah berfungsi sebagai subject dalam kalimat.

To delay landing would be fatal.
To solve the problem would take much energy.

Verba juga dapat berfungsi sebagai nomina (kata benda) dan adjektiva (kata sifat).

Reading would lead you to the wider world (reading = nomina)
Standing party tends to be the new style now (standing = adjektiva)

Verba dapat berbentuk aktif maupun pasif. Verba aktif apabila subject melakukan tindakan verba, sedangkan verba pasif apabila subject dikenai tindakan verba.

The judges sent him for five-year imprisonment (subject/the judges melakukan tindakan).
He was sent for five-year imprisonment (subject / he, dikenai tindakan verba).

Bentuk verba juga dapat berbeda apabila dipengaruhi oleh bentuk subject tunggal (singular) atau jamak (plural).

The bird flies.
The birds fly.


Adverbia / Adverb / Kata Keterangan

Adverbia adalah kata yang memberikan keterangan terhadap kata kerja (verba), kata sifat (adjektiva), atau pun kata keterangan (adverbia) yang lain.

He cried loudly. (loudly menerangkan cried = adverbia menerangkan verba)
There was a very faint cry. (very menerangkan faint = adverbia menerangkan adjektiva)
He cried more loudly. (more menerangkan loudly = adverbia menerangkan adverbia)

Bila adverbia menerangkan verba, biasanya adverbia ini menunjukkan bagaimana, kapan, di mana, atau mengapa tindakan verba itu dilakukan. Adverbia yang menunjukkan mengapa kegiatan verba terjadi, biasanya dalam bentuk adverbial clause karena sifatnya berupa penjelasan.

He is crying loudly. ( bagaimana menangisnya? loudly)
He is crying at the moment. ( kapan menagisnya? at the moment )
He is crying in the classroom. ( di mana menangisnya? in the classroom)
He is crying because he has lost his money. (mengapa menangis? because he has lost his money)

Pada umumnya adverbia dibentuk dengan menambahkan –ly pada adjektiva:

loud (adjektiva) – loudly (adverbia)
absolute (adjektiva) – absolutely (adverbia)

Akan tetapi tidak semua adverbia mengikuti ketentuan ini:

This is the fast way (adjektiva). They run fast (adverbia).
This magazine is weekly publication (adjektiva). They publish the magazine weekly (adverbia)


Preposisi / Kata Depan ( Preposition)

Preposisi / kata depan adalah kata yang menunjukkan hubungan antara nomina (kata benda) atau pronomina (kata ganti) dengan bagian lainnya dalam kalimat.

She jumped into the water.
The carpenter took the nail from the wood.
Preposisi biasanya mendahului dan bertalian erat dengan nomina, pronomina, atau frasa / klausa kata benda (noun phrase / noun clause).

Preposisi menunjukkan hubungan tempat:

You must walk around the jungle, not through it (antara around dan through the jungle, menunjukkan hubungan tempat yang berbeda)

Preposisi menunjukkan hubungan waktu:

They came before / during / after the rain (before/during/after menunjukkan hubungan waktu)

Preposisi menunjukkan hubungan cara:

They hit me with a hammer.
He goes to school on foot.
The cargo was delivered by hand.

Kadang-kadang preposisi dihilangkan:

The rescue team shows (to) me the way out from the jungle.

Kata yang sama dapat berfungsi sebagai sebuah preposisi maupun sebagai adverbia:

You have to put it outside the room (preposisi).
Wait outside and I will meet you! (adverbia).

Konjungsi / Kata Sambung / Conjunction

Konjungsi atau kata sambung adalah kata yang menggabungkan dua kata, dua kelompok kata, atau dua klausa.

red and white (menghubungkan dua kata)
take it or leave it (menghubungkan dua kelompok kata)
I was absent because I got headache yesterday (menghubungkan dua klausa)

Letak konjungsi tidak harus berada di antara kata yang dihubungkan:

Because I got headache yesterday, I was absent.
Although it was raining, the children went on playing.

Sebuah kata dapat berfungsi sebagai konjungsi dalam satu kalimat, tetapi dapat juga berfungsi lain dalam kalimat yang berbeda:

Wash the dishes after you eat! (konjungsi)
Wash the dishes and you may go after! (adverbia)
We let you go after the rain (preposisi).

More details...

2009/08/07

English For Young Learners (4)

Dalam pelajaran terdahulu kita sudah membahas bagaimana mengungkapkan peristiwa yang kita alami, mulai dari peristiwa yang sudah lewat / lampau, peristiwa yang sedang berlangsung, maupun peristiwa yang menjadi kebiasan atau sudah menjadi kebenaran umum. Kali ini kita akan membahas tenses yang kita pakai untuk melukiskan peristiwa yang akan terjadi atau akan berlangsung. Nah, tenses ini kita sebut ‘the future’. Ayo kita bahas lebih lanjut tentang the future ini, yang akan meliputi pembahasan mengenai simple future, future progressive dan future perfect, dan future perfect progressive.

Untuk melukiskan suatu peristiwa yang belum terjadi dan baru akan terjadi beberapa saat kemudian biasanya kita memakai kata ‘akan’. Kata ‘akan’ ini dalam bahasa Inggris kita memakai ‘will’. Umpamanya kita mau bilang: “Besok aku akan mendaki Gunung Merapi”. Dalam Bahasa Inggris kita ucapkan: Tomorrow, I will climb the Mount Merapi. Tenses seperti ini kita sebut sebagai Simple Future.

Simple future

Pola kalimat yang menggunakan simple future adalah

Subject + will + kata kerja bentuk pertama.

Contoh:

Saya akan melanjutkan belajar Bahasa Inggris. I will continue learning English.
Ia akan menulis artikel di sini. She / he will write an article here.
Berita itu akan membuatnya kaget. The news will make him surprised.
Bila kita tidak berbuat sesuatu, akan mati tanpa arti. If we don’t have something, we will die nothing.

Coba kita perhatikan!
Untuk subject he, she,it, kata will diikuti dengan kata kerja bentuk pertama, tidak perlu menambahkan ‘s’. Jadi bukan, She will writes, tetapi She will write.

Berlatihlah untuk mengungkapkan kegiatan-kegiatan yang akan kamu lakukan dengan memakai simple future ini sebanyak-banyaknya.

Bila kamu akan membuat kalimat negatifnya, letakkanlah kata ‘not’ di belakang kata will. Kata will not dapat digabung dan disingkat menjadi won’t.

Contoh pemakaian:

Hari ini kita tidak akan berlayar karena cuaca buruk.
We will not (won’t) sail today because of the bad weather.

Kami tidak akan pulang sebelum diijinkan oleh guru.
We will not (won’t) go home until our teacher allows us.

Lakukan atau kita tidak akan punya apapun!
Do or we won’t get anything!

Lalu bagaimana kalau kita akan membuat kalimat tanya?

Gampang saja! Tinggal memindahkan letak kata will di awal kalimat dan menambahkan tanda tanya di akhir kalimat.

Akankah hari ini kutemukan hal baru dalam hidupku?
Will I see something new in my life?

Akankah kau beli sebuah Mecedes bila kau dapatkan cukup uang.
Will you buy a Mercedes if you get enough money?


Future progressive

Penggunaan kata will sebagai terjemahan dari kata akan, hanya melukiskan bahwa suatu tindakan akan dilakukan. Di dalamnya tidak ada batasan tentang waktu yang pasti kapan pelaksanaanya: apakah itu akan sedang dilakukan, akan sudah dilakukan. Padahal dalam Bahasa Inggris ‘akan sedang dilakukan’ mengunakan tenses lain dari tenses yang digunakan untuk menerjemahkan sekedar kata ‘akan’. Ayo kita perluas pemahaman kita.

Pola kalimatnya adalah:

Subject + will + be + kata kerja bentuk -ing

Bandingkan antara kalimat:

Ia akan belajar Bahasa Inggris besok.
(She will learn English tomorrow).

dengan kalimat ini:

Ia akan belajar menulis jam11.00 besok.
(Karena ia mengikuti les Bahasa Inggris setiap jam 10.00-12.00, maka besok ia pada jam 11.00 sedang belajar. Hari ini kita isa mengatakan: She will be learning English at 11.00 tomorrow)

Jadi, untuk peristiwa yang akan sedang berlangung pada saat tertentu di waktu yang akan datang, kita pakai future progressive atau present continuous tense.

Wah, kok kata-katanya kelihatan ruwet banget ya. Kalau dilihat dengan mata iya sih, tapi coba kita lihat pakai rasa…tidak juga kan? Dalam bahasa Indonesia memang makna ‘akan’ ya sekedar ‘terjadi pada waktu yang akan datang’, itu saja! Dalam Bahasa Inggris lebih terperinci, apakah peristiwa itu: baru akan, akan sedang terjadi, sudah akan terjadi, ataupun akan sudah sedang terjadi.

Tambah bingung? Jangan menyerah! Dalam mempelajari bahasa memang selain menggunakan nalar kita juga menggunakan rasa. Semakin peka kita menggunakan rasa semakin gampang kita menangkap makna. Belajar bahasa juga tidak lepas dari unsur estetika, maka belajar menggunakan rasa akan sangat mempengaruhi kemampuan untuk menjadi ‘beda’ dan bukan sekedar ‘rata-rata’.
Kembali ke masalah future progressive, bagaimana kalau kita akan membuat kalimat negatifnya?

Pada jam 11.00 besok, ia tidak akan sedang belajar bahasa Ingris.
At 11.00 o’clock tomorrow, she will not be learning English.(mungkin khusus besok, lesnya libur)

Malam ini ia tidak akan sedang menjelajah internet.
Tonight, he will not be browsing the Internet. (mungkin dilarang bapaknya, biasanya setiap malam ia melakukan browsing).

Untuk membuat kalimat tanya, kita pindahkan kata will ke awal kalimat dan menambahkan tanda tanya di akhir kalimat.

Will she be learning English at 11.00 tomorrow?

At 11.00 o’clock tomorrow, will she not be learning English?


Future perfect

Bila pada waktu yang akan datang kita ‘akan sudah menyelesiakan’ suatu pekerjaan sebelum peristiwa lain tejadi, kita gunakan future perfect. Sekali lagi coba menggunakan rasa dalam mengartikan frasa ‘akan sudah menyelesaikan’ ini, maka semuanya akan terasa mudah dalam mempelajari tenses ini.

Pola kalimatnya:

Subject + will + have + kata kerja bentuk III (perfect)


I will have already finished eating when you arrive at 12.30. (makannya biasanya jam 12.00)
You will have graduated on August. (sekarang bulan Juni, ujiannya bulan July, Agustus sudah lulus kan?)


Untuk membuat kalimat negatif, sama saja tinggal menambahkan ‘not’ di belakang kata will.

I will not have already finished eating when you arrive at 12.30. (kalau makannya biasanya jam 13.00)

You will not have graduated on August. (misalnya ujiannya bulan September, pada bulan Agustus pasti belum lulus).

Dan untuk kalimat tanya, cukup memindahkan kata ‘will’ di awal kalimat dan mengakhiri kalimat dengan tanda tanya.

Will you have already finished eating when you I arrive at 12.30?

Will you have graduated on August?



Future perfect progressive

Masih terkait dengan masalah mengungkapkan peristiwa pada masa yang akan datang,
ayo kita pelajari sekalian mengenai future perfect progressive.

Pola kalimatnya adalah:

Subject + will + have + been + kata kerja bentuk –ing

Lho, koq semakin panjang saja ya. Kelihataannya begitu. Tapi coba gunakan resep ‘rasa’ tadi, maka semua menjadi gampang. Tenses ini untuk melukiskan peristiwa yang ‘sudah dimulai, sedang dan akan masih terus berlanjut pada masa mendatang’. Lebih jelasnya begini: kita sudah belajar Bahasa Inggris 2 tahun yang lalu, sekarang masih belajar di tahun ke-2 ini dan tahun depan mungkin juga masih terus belajar. Nah tenses yang paling tepat, gunakan future perfect progressive ini.

I will have been learning English for two years. (sudah belajar 2 tahun tapi tahun ke-2 ini masih berjalan, dan akan masih terus belajar di ahun berikutnya).

Anthony will have been eating ten apples. (sudah makan 10 apel tapi belum habis, sekarang sedang makan apel ke 10 ini, dan mungkin akan terus makan apel ke-11 dan seterusnya)

Bagaimana untuk membuat kalimat negatifnya ? Tidak berbeda dengan cara sebelumnya, tambahkan kata not di belakang kata will.

I will not have been learning English for two years.

Anthony will not have been eating ten apples.

Bagaimana pula untuk membuat kalimat tanya / interrogative? Bukan hal yang susah, tinggal memindahkan kata will ke awal kalimat dan mengakhiri kalimat dengan tanda tanya.

Will you have been learning English for two years?

Will Anthony have been eating ten apples?



Wah, rasanya sudah cukup panjang kita membahas masalah the future ini. Aku juga sudah capai nulisnya. Sementara kita sudahi dulu pelajaran kali ini dan kita lanjutkan pada kesempatan mendatang. Satu hal yang perlu diingat, coba berlatih sendiri dengan tenses di atas karena ini cara yang membuat kamu berbeda dengan mereka yang tidak / belum bisa berbahasa Inggris.

Selamat belajar.

the site keeper

More details...

2009/07/12

English For Young Learners (3)


Bila kamu bercerita, pada intinya kamu melukiskan pengalaman, kegiatan, ataupun kejadian yang kamu alami di waktu lampau, waktu yang belangsung sekarang, maupun waktu yang akan datang. Dalam pelajaran yang terdahulu, kita telah mempelajari bagaimana mengungkapkan peristiwa yang kita alami sehari-hari, maupun yang tengah dialami, atau sedang berlangsung. Bagaimana, gampangkan? Ayo sekarang kita belajar bagaimana menceritakan kegiatan yang terjadi pada waktu lampau, artinya kejadiannya sudah lewat waktu kita bercerita. Kita akan membahasanya dalam Simple Past Tense.

Simple Past Tense, pola kalimatnya adalah:

Dalam membuat kalimat, subyek diikuti dengan kata kerja bentuk II atau bentuk lampau, contohnya:

           Aku menjenguknya kemarin.                            I visited her yesterday
           Ia menyapaku dengan ramah.                         She called me friendly.
           Aku pulang tengah hari.                                    I went to home at noon.
           Aku merasa bahagia.                                         I felt happy.

Dalam contoh di atas I diikuti dengan visited, she diikuti called, I diikuti dengan went dan I diikuti dengan felt. Visied, called, went, dan felt merupakan bentuk ke-2 atau bentuk lampau dari: visit, call, go, dan feel. Lebih jelasnya begini:

Bentuk I (present) Bentuk II (past)

                        visit                         visited
                        call                          called
                        go                            went
                        feel                          felt

Mungkin timbul pertanyaan, kenapa kata visit dan call menjadi bentuk lampau dengan hanya menambahkan ‘ed’, sedangkan kata ‘go’ dan ‘feel’ berubah bentuknya? Ya, itu pertanyaan yang cerdas.

Benar. Dalam Bahasa Inggris, kata kerja ada yang beraturan (regular) dan ada yang tidak beraturan (irregular). Untuk menjadikan kata kerja yang beraturan ke dalam bentuk II atau lampau, cukup dengan menambahkan ‘ed’ di belakang.

                mengunjungi              visit visit + ed visited
                menyapa                    call call + ed called
                berbicara                  
 talk talk + ed talked
                bekerja                       work wrok + ed worked

Beberapa ketentuan untuk membentuk Simple Past Tense kata kerja yang beraturan / regular verb:

• Kata kerja yang berakhiran –pe, hanya ditambah dengan ‘d’ saja

               hope – hoped
               note – noted


• Kata kerja / verb yang berakhiran – y, bila di depan huruf ‘y’ itu huruf mati (consonant), maka ‘y’ menjadi ‘i’ baru ditambahkan ‘ed’.

               belajar                         study - studied
               membawa                  carry - carried
               menjelaskan              clarify - clarified

• Kata kerja /verb yang berakhiran – y, bila di depan huruf ‘y’ itu adalah huruf hidup (vowel) dan huruf hidup itu mengikuti satu huruf mati, maka ‘y’ berubah menjadi ‘i’ dan ditambahkan ‘d

membayar               pay                       paid
berbaring                 lay                         laid

• Kata kerja /verb yang berakhiran – y, bila di depan huruf ‘y’ itu adalah huruf hidup (vowel) dan huruf hidup itu mengikuti lebih dari satu huruf mati, maka ‘y’ tidak berubah dan ditambahkan ‘ed

bermain                 play played
tinggal                    stay stayed

Perubahan kata kerja yang tidak beraturan (irregular verb), dapat dilihat di kamus atau di buku mengenai grammar. Biasanya disitu disertakan daftar irregular verb-nya.

Penggunaan Simple Past Tense:

• Untuk melukiskan peristiwa yang terjadi di waktu lampau dan berakhirnya juga di waktu lampau.

Sejam yang lalu aku akan pisang.        I ate banana one hour ago.
                                                                     (makannya sudah satu jam yang lalu, sekarang tidak lagi)

Ia melempar bukunya.                        She threw the book. (melempar bukunya sudah lewat,                                                                               sekarang tidak lagi)

• Untuk melukiskan dua peristiwa yang terjadi bersamaan atau hampir bersamaan di waktu lampau. Peristiwa yang terjadi pada klausa yang dimulai dengan ‘when’ terjadi lebih awal.

Aku menulis surat dan adikku menonton TV.                 I wrote a letter and my brother watched the TV. ( peristiwa membaca dan menonoton TV terjadi bersamaan)

Susunya tumpah ketika ia memecahkan gelas.           The milk spilled out when she broke the glass. (gelas pecah duluan, baru susunya tumpah)

Kita lihat hasil karya kita sejak pelajaran I dan kita tambahkan beberapa kalimat yang meggunakan semple past tense. Hasilnya seperti ini.


I get up at 5.30 o’clock every day, but I wake up early this morning. It is 5.00 o’clock in the morning now. I open the window and the stars are still shinning. Not like the stars, the moon is getting fade. As usual, I clean the bedroom and then I take a bath. I don’t forget to brush the teeth. While I am taking a bath, my mother is preparing my breakfast. It takes me around 10 minutes to get dressed. I usually have breakfast at 06.00. If I am in hurry, just take a slice of bread and drink a glass of water.

I go to school at 06.30. I often take the same route to go to school. But yesterday I took another way, as there was an accident in Jl. Antasari, the way I usually go through. I car hit a motorist from the behind. Since the motorist wounded seriously, some nearest residents sent him to the hospital. When I passed the location this morning, no more people crowded. They all went away.

There are many things to do in school. I learn to read, write, draw and sing. I listen to the teacher when she explains the lessons. Sometimes, she does not allow us to write anything while she is explaining the difficult subject. Yesterday, Ms. Anne got upset because while she was explaining, some students talked to one to another.

I go home at 12.00 and arrive at home at 13.00. After I take a rest for a few minutes, I have lunch. In the evening, I help my mother, study and watch the television. I go to bed at 21.00. When I went to bed yesterday, my mother was still watching the television and my father was reading a newspaper. Tonight they went to bed earlier; I got so tired. I did may works the whole day.

Dengan menambahkan satu tenses lagi dalam cerita itu kini ceritanya menjadi lebih hidup. Jadi semakin lengkap kamu memahami tenses, maka selain menulis lebih gampang dan lancar, cerita yang kita tulis juga lebih hidup dang manarik. Baiklah kita cukupkan sampai di sini dulu pelajaran kali ini, kita akan melanjutkan dengan pelajaran yang lain mendatang.

Selamar belajar.
the site keeper

More details...

2009/06/12

Learn from Mistakes in Learning

English learners, especially beginners, usually think that they still have not got much progress after their certain years of learning. Again, they take a closer look at themselves to know if they have adequate ability to understand English. They would like to judge themselves if they were ‘eligible enough’ to learn English. In fact, it is the crucial stage of their learning, as their experience here will determine whether they continue the learning or just escape from it. Once they think that English is still affordable, they will continue the learning. But, if they judge that English is beyond them, they will end the learning with their long life perception that English is difficult. In this case, the role of the teacher to encourage them from being pessimistic is absolutely needed.

Some learners often worship a standardized of perfection of learning. They think that they must not make any mistakes in leaning. They are afraid of making any mistakes during their learning. This perception, of course, will result in psychological barrier to learners, as they would prefer to keep silent rather than be actively involved in the process of learning. They tend to do nothing to avoid of making mistakes. As a matter of fact, no learner can speak English without making any mistakes.

One of the teacher’s tasks is how they develop technique to encourage learners from the phobia of making mistakes. As making mistakes in learning is a natural phenomena, then the most important thing is now how to encourage these mistakes into ‘good mistakes’ when they learn to speak, experiment with new sentence structures and expand their vocabulary and writing. Being free from the phobia of making mistake will encourage learners to make much use of English in their daily lives.
A good mistake is logical error that makes sense that happens to be wrong. A child may think that 1+1 = 11. The answer is logical, but it is incorrect. He should know that 1+1 = 2. Anyway, his concept that 1+1= 11 is a good mistake. If learners end a letter with: I am looking forward to hear your reply, it is a logical mistake but they should have understanding that it should have been written as I am looking forward to hearing your replay. The role of the teacher is to confront this behavior. Making mistakes should not discourage them, but it should encourage them to learn from these good mistakes to correct language.

No matter how many good mistakes a learner may be facing, teacher should encourage English learners, in both conversation and writing classes, to make good mistakes. Learners should take as many as chances to put the language into practice. They should try something new, stretch their learning muscles, and have no more afraid of making good mistakes. A good mistake is also a mistake that we acknowledge and learn from to avoid repeating. A good mistake is not a good mistake if they have made it ten times before. One think that should be kept in mind is that we have to learn from a good mistake to be the right one and not repeat it. Repeated good mistakes will not be tolerated as good mistake any longer, as they now real mistakes.
So, learn from the mistakes but not to repeat the mistakes.
Regards,

the site keeper

More details...
 
© free template